HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMK PEMBINA BANGSA KOTA BUKITTINGGI

Silvia Intan Suri

Sari


Adolescence is a period of transition between childhood and adulthood. Adolescence is a period full of conflict and storms, not only that, emotional development tends to be higher so that teenagers tend to commit juvenile delinquency. Many factors cause juvenile delinquency, one of which is low self-control. Based on the results of observations and interviews with BK teachers at SMK Pembina Bangsa Kota Bukittinggi, there are free sex, undiscipline, disrespect towards teachers, bullying, fights and smoking.This study aims to determine the relationship between self-control and juvenile delinquency at SMK Pembina Bangsa Kota Bukittinggi in 2021. This study uses a quantitative approach with a descriptive correlative type of research, with a cross-sectional study approach. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 142 respondents. While the data analysis technique used the Spearman rank test. . The results of the univariate analysis showed that some respondents (45.8%) had high self-control and some respondents (41.5%) had low juvenile delinquency. The results of the bivariate analysis found that there was a relationship between self control and juvenile delinquency with a value (p-value = 0.000) and a value (R = -0.936). It can be concluded that there is a negative relationship between self-control and juvenile delinquency in students at SMK Pembina Bangsa Kota Bukittinggi in a very strong level. This means that the higher the self-control score, the lower the level of juvenile delinquency. Vice versa, the lower the self-control score, the higher the level of juvenile delinquency.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aini, L. N. (2017). Hubungan pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di RW V Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 6(1).

Ajhuri, K. F. (2019). psikologi perkembangan pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Yogyakarta: penebar media pustaka.

Arikunto, S. (2010). Metode peneltian. Jakarta: Rineka Cipta.

Aroma, I. S., & Suminar, D. R. (2012). Hubungan antara tingkat self control dengan kecenderungan perilaku kenakalan remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(2), 1-6.

Azizah. (2013). Kebahagiaan dan Permasalahan diusia remaja (pengguna informasi dalam pelayanan bimbingan indvidual). 4.

Azmi, N. (2015). potensi emosi remaja dan pengemabangannya. jurnal pendidikan sosial, 2 (1).

Badan Pusat Statistik (2020) Hasil sensus penduduk https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html. Diunduh pada tanggal 22 Februari 2021.

Badan Pusat Statistik (2020) Statistik Kesejahteraan Rakyat kota Bukittinggi https://Bukittinggikota.bps.go.id/publikasi.html. Diunduh pada tanggal 22 Februari 2021.

Data referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, 2020) .https://referensi.data.kemdikbud.go.id/index11.php?kode=086000&level. Diakses pada tanggal 1 Maret 2021.

Daratista, I, Chandra, E,K. (2020). Hubungan antara harga diri, self control, dan Koformitas remaja terhadap perilaku pranikah. Bulletin of counselling anf psychotherapy,2(1).

Diananda, A. (2018). psikologi remaja dan permasalahannya. ISTIGHNA, 1 (1).

Duri, R. (2017). Perbedaan Self control (Self Control) Siswa dalam Belajar Ditinjau dari Perlakuan Orang Tua dan Jenis Kelamin (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).

Fikry, E. D. (2020). Hubungan self control dengan perilaku agresif pada siswa SMA Pembangunan Kota Bukittinggi. Jurnal pendidikan Tambusai, 4 (03), 2495-2501.

Fidiani, N. R. (2014). Hubungan antara self control dengan perilaku deliquency pada remaja di SMP Bhakti Turen Malang.

Fine, A., & Steinberg, L. (2016). Self-control assessments and implications for predicting adolescent offending. Journal of Youth and Adolescence, 45(Januari). https://doi.org/10.1007/s10964-016-0425-2

Fuadah, N. (2011). Gambaran kenakalan siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Jurnal Psikologi Esa Unggul, 9(01), 127053.

Gunarsa, Singgih D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta

Ghufron, M. Nur. Risnawati, Rini. (2011) . Teori-teori Psikologi. Yogyakarta : Ar-uzz media.

Hamzah, A. M. (2018). Hubungan Antara Peran Gender Dengan Self control Pada Siswi Sma Di Palopo (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Makassar).

Hasan, S.A. & Nurdibyanandaru, D. (2020), Efektivitas Cognitive Behavior Therapy terhadap Self control Remaja dengan Perilaku Kenakalan Status Offense di Madrasah Tsanawiyah Negeri X Magetan, Jurnal Diversita, 6 (1).

Hidayati, K. B., & Farid, M. (2016). Konsep diri, adversity quotient dan penyesuaian diri pada remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 5(02).

Irwanto, E. (2011). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kenakalan Remaja Usia 15-20 Tahun Di Rw I Desa Petiken Kecamatan Driyorejo Gresik.

Ismail, A. B., & Zawahreh, N. (2017). Self-control and its relationship with the internet addiction among a sample of najran university students. Journal of Education and Human Development, 6(2). https://doi.org/10.15640/jehd.v6n2a18

Istifany, M. (2018). Hubungan Self-Control (Self control) Dengan Juvenile Delinquency Pada Anak Didik Di Lpka Blitar (Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga).a

Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta

James F. Calhoun & Joan Roes Acocella. Psikologi tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan, Terj. R. S. Satmoko, Edisi ke-3 (Semarang: IKIP, 1995).

Karlina, L. (2020). fenomena terjadinya kenakalan remaja. jurnal edukasi nonformal.

Kartono, Kartini. (2014). Kenakalan remaja. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (2020) : https://www.kpai.go.id/publikasi/infografis/update-data-infografis-kpai-per-31-08-2020. Di akses pada tanggal 24 April 2021.

Marsela, R. D & Supriatna, M. (2019). Self control: Definisi dan Faktor. Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice & Research, 3 (2): pp.

Mahmudin, T. (2016). Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Kenakalan Remaja Di Kampung Kebondalem Kelurahan Simolawang Kecamatan Simokerto Kota Surabaya (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Munawaroh, F. (2015). Hubungan antara self control dengan perilaku kenkalan remaja pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015.(Skripsi)

Mutia Istifany, H. I. (2018). Hubungan Self-control (Self control) dengan Juvenile Deliquency pada anak didik di LPKA Blitar. Jurnal psikologi pendidikn dan perkembangan, 7.

Mulyani. (2016). Rancangan hipotetik bimbingan kelompok teknik modeling untuk meningkatkan self control.

Nurjan, S.M. (2019). perilaku delikunsi remaja muslim. Yogyakarta: samudra biru.

Nitakusminar, M, Susilowati, E & Koswara, H. (2020). intervensi kontrol-diri terhadap perilaku agresif anak jalanan di Kota Cimahi. jurnal ilmiah pekerjaan sosial, 19 (2).

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan.Rineka Cipta, Jakarta : Trategi Public Relations. Jakarta : Erlangga.

Permono, Taufik Aji. (2014). Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Delinkuen Pada Remaja SMA Negeri 1 Polanharjo. Naskah publikasi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pradina, T. (2017). Hubungan antara pengendalian diri (self control)dengan kematangan emosi siswa kelas XI di SMK Pelayaran Hangtuah Kediri Tahun ajaran 2016/2017.

Pamella, I. (2013). Hubungan self control dengan kenakalan remaja serta implikasinya bagi layanan bimbingan dan konseling: Studi Deskriptif terhadap Siswa di Salah Satu SMA Swasta Kota Bandung Tahun Ajaran 2013/2014 (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Puji, M Astuti. (2019). Tingkat kontrol diri remaja terhadap perilaku negatif (studi deskriptif pada siswa kelas VII SMP Santo Aloysius Turi Tahun ajaran 2018/2019)

Puspita, M., Erlamsyah, E., & Syahniar, S. (2013). Hubungan Antar Perlakuan Orangtua Dengan Self control Siswa Di Sekolah. Konselor, 2(1).

Surbakti, E. (2008). kenakalan orang tua penyebab kenakalan remaja. Jakarta: Gramedia.

Raihana. (2016). Kenakalan anak (juvenile deliquency) dan upaya penanggulanganya. 72-83.

Riskinayasari, G. (2015). Kenakalan remaja ditinjau dari konsep diri dan jenis kelamin (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Santrock, Jhon W. 2007 . Remaja cet 11. Jakarta : Penerbit Erlangga

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja.

Santrock, J. W. (2017). Educational Pshykology. Jakarta: Salemba Humanika

Sarwono, S. W. (2017). Psikologi sosial terapan. In Psikologi sosial (pp. 325-350). Salemba Humanika.

Singgih D. Gunarsa, Op.Cit., Dari Anak sampai Usia Lanjut : Bunga Rampai Psikologi Perkembangan.

Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.

Supriatna, R. D. (2019). self control : Definisi dan faktor. Journal of innovative counselling : theory, practice & research.

Sugiyono, Dr. 2010. Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Penerbit ALFABETA

Suwarno, Wiji. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta : AR-Ruzz Media Jogjakarta.

Unayah, N., & Sabarisman, M. (2016). Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas. Sosio informa, 1(2).

Sriwahyuni, N. (2017). Hubungan antara self control dengan kenakalan remaja di kelurahan mabar hilir. PSIKOLOGI KONSELING, 10(1).

Wahyuni, F. (2020). Hubungan antara self control dengan perilaku remaja di SMA Negeri 10 kota Bengkulu . (Skripsi)




Google Scholar